Kaligrafi Dekorasi

Sabtu, 25 Februari 2012

Briptu Eka Frestya

Wajahnya juga kerap menghiasi layar kaca sebagai nara sumber informasi lalu lintas. Tetapi Briptu Eka Frestya tidak berminat berlaih profesi menjadi presenter.

"Walau jadi presenter, kita juga tetap menjalankan tugas sesuai poksi masing-masing. Selama di jalan, paling pelanggaran kecil seperti tanpa helm. Kalau saya lebih ke penerangan keliling," katanya.

Belakangan diapun memperoleh 'predikat' baru selain menjadi Polwan yaitu presenter NTMC. Saat disinggung apakah ingin berpindah menjadi entertainer, dia mengaku tetap menjadi Polisi. Apalagi, segalanya dia dapatkan saat kini sudah menjadi Polisi.

"Menjadi Polisi menariknya karena tidak monoton, wawasan luas, tahu masyarakat. Saya bisa jadi presenter karena jadi polisi," kata Eka dengan bangga, yang juga mahasiswi jurusan Hukum di salah satu Universitas swasta di Jakarta.

Seperti ketika dalam konsisi Jakarta Siaga 1, Briptu Eka harus ikut berjaga waspada maraknya ancaman bom. Dia juga rela untuk tidak pulang ke rumahnya di Bekasi yang biasa rutin dia lakukan hampir tiap minggu.

"Aku stay di mess Polwan. Biasanya IBL (Izin Ber Libur, red) Jumat, Sabtu dan Minggu, tapi ini karena memang siaga 1," katanya.

Terlebih lagi status Briptu Eka saat ini masih lajang, sehingga Eka masih harus tinggal di mess Polwan. Semua disiagakan, tidak memandang apakah Polwan atau laki-laki.

Eka Frestya adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Eka lahir di Bekasi 15 Juli 1988. Dia tercatat sebagai alumnus SMUN 80 Jakarta Utara tahun 2005. Eka lulus di kepolisian dan menjadi Polwan 2006 gelombang 1 angkatan 33.


http://dunia-panas.blogspot.com/2011/04/3-polisi-cantik-indonesia.html



Tidak ada komentar: